Persentasi

Transmission media atau media transmisi merupkan media transmisi yang digunakan untuk menyampaikan informasi dapat diklasifikasikan sebagai panduan atau terarah. Media terpandu menyediakan jalur fisik yang dengannya sinyal disebarkan; Ini termasuk twisted pair, kabel coaxial, dan serat optik. Media yang tidak dipilin menggunakan antena untuk mentransmisikan melalui udara, vakum, atau air. Teknik transmisi yang tidak dipaketkan yang biasa digunakan untuk komunikasi informasi meliputi radio siaran, microwave terestrial, dan satelit. Transmisi yang tidak sesuai digunakan di beberapa aplikasi LAN.

Karakteristik media transmisi ini bergantung pada:

  • Jenis alat elektronika
  • Data yang digunakan oleh alat elektronika tersebut
  • Tingkat keefektifan dalam pengiriman data
  • Ukuran data yang dikirimkan

QUIZ 1

Pertanyaan :

Instructions

Silihkan pilih jawaban dengan tepat

Status : 100% Tercapai.

Keterangan : Saya telah menyelesaikan tugas ini.

Bukti :

Slide Presentasi Komunikasi Data

pertanyaan :

Instruksi:

Silahkan membuat kelompok dengan anggota sebanyak 2 Mahasiswa melalui milis
Silahkan 1 kelompok memilih 1 chapter yang akan dibahas dari Resources(e-Book) melalui milis
Buat ringkasan dengan Bahasa Indonesia dalam bentuk Rinfo Slide yang di embed ke dalam iMe di http://tl201.ilearning.me/ sertakan judul pada halaman awal serta nama dan nim pada halaman terakhir (No Copy Paste From Other Resources)
Bagi 5 kelompok yang siap pertama untuk presentasi melalui milis akan diberikan Double SC setelah presentasi
Hasil presentasi dan semua poin dibuktikan dengan standar jawaban iDu.

 

Status : 100% tercapai.

Keterangan : Saya telah menyelesaikan tugas ini.

Bukti :

Nama Anggota Kelompok Chapter 3 :

1. Kris Budiyanto – 1621494238

2. Muhammad Faidlillah Kamal – 1621494282

Link presentasi Chapter 3 ( KLIK DISINI )

Link SKuP ( KLIK DISINI )

 

Slide Presentasi Komunikasi Data

Pertanyaan:

Instruksi:

Silahkan membuat kelompok dengan anggota sebanyak 2 Mahasiswa melalui milis
Silahkan 1 kelompok memilih 1 chapter yang akan dibahas dari Resources(e-Book) melalui milis
Buat ringkasan dengan Bahasa Indonesia dalam bentuk Rinfo Slide yang di embed ke dalam iMe di http://tl201.ilearning.me/ sertakan judul pada halaman awal serta nama dan nim pada halaman terakhir (No Copy Paste From Other Resources)
Bagi 5 kelompok yang siap pertama untuk presentasi melalui milis akan diberikan Double SC setelah presentasi
Hasil presentasi dan semua poin dibuktikan dengan standar jawaban iDu

Status: Tercapai 100%

Keterangan: Saya sudah mengerjakan tugas tersebut.

Bukti:

Nama Anggota Kelompok :

1. Kris Budiyanto – 1621494238

2. Muhammad Faidlillah Kamal – 1621494282

kelompok chapter 3

Link Slide : Click Disini

Link SKuP : Click Disini

 

 

 

 

 

5. Bits , Frames, Packets, Segments

  • Bit

Bit adalah kependekan dari “Binary Digit“, yang berarti digit biner. Binary digit adalah unit satuan terkecil dalam komputasi digital. Istilah “binary digit” atau “bit” diperkenalkan oleh John Tukey di tahun 1947, saat itu ia bekerja sebagai seorang ilmuwan di Bell Laboratories.

Komputer tidak menggunakan angka desimal untuk menyimpan data. Semua data komputer disimpan dalam angka-angka biner. Hanya 2 nilai berbeda yang bisa dinyatakan satu bit, entah nilai 0 atau nilai 1. Dalam telekomunikasi digital juga demikian, semua level tegangan diubah menjadi bentuk data biner.

Bit sendiri memiliki hubungan dengan Physical Layer pada OSI,  Physical ini berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah Ethernet, FDDI (Fiber Distributed Data Interface), ISDI, dan ATM.

  • Frame

Frame dalam OSI  terdapat pada Data Link Layer, merupakan elemen kunci dari masing-masing protokol didalam lapisan data link. Data link layer protokol memerlukan kontrol berupa informasi (informasi kontrol) untuk memungkinkan protokol berfungsi.

Data link layer frame meliputi:

  1. Header: Berisi informasi kontrol, seperti pemberian alamat (addressing), dan terletak di awal PDU.
  2. Data: Berisi IP header, transport layer header, dan data aplikasi.
  3. Trailer: Berisi informasi kontrol untuk mendeteksi kesalahan ditambahkan diakhir dari PDU.

Ketika data berjalan melalui media, data tersebut diubah menjadi aliran bit, atau 1 dan 0. Jika node menerima aliran panjang bit.Framing memecah aliran tersebut menjadi kelompok-kelompok kecil yang dapat diuraikan, dengan informasi kontrol yang dimasukkan dalam header dan trailer sebagai nilai-nilai dalam tempat yang berbeda. Format ini memberikan sinyal fisik berupa struktur yang dapat diterima oleh node dan diterjemahkan ke dalam paket-paket di tempat tujuan. Tipe-tipe Genrick frame termasuk:

  1. Frame start and stop indicator flags: Digunakan oleh sublayer MAC untuk mengidentifikasi awal dan akhir batas frame.
  2. Addressing: Digunakan oleh sublayer MAC untuk mengidentifikasi sumber dan tujuan node.
  3. Type: Digunakan oleh LLC untuk mengidentifikasi protokol Layer 3.
  4. Control: Mengidentifikasi layanan kontrol aliran khusus.
  5. Data: Berisi frame payload (yaitu, paket header, segmen header, dan data).
  6. Error Detection: Dimasukkan setelah data untuk membentuk trailer, bidang bingkai ini digunakan untuk mendeteksi kesalahan.
  • Packet

Packet adalah satuan informasi dasar yang dapat ditransmisikan di atas jaringan atau melalui saluran komunikasi digital. Packet sangat berkaitan dengan Network Layer pada OSI, Network layer  berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.

Sebuah paket berisi packet header yang berisi informasi mengenai protokol tersebut (informasi mengenai jenis, sumber, tujuan, atau informasi lainnya), data yang hendak ditransmisikan yang disebut dengan data payload, dan packet trailer yang bersifat opsional. Sebuah paket memiliki struktur logis yang dibentuk oleh protokol yang digunakannya. Ukuran setiap paket juga dapat bervariasi, tergantung struktur yang dibentuk oleh arsitektur jaringan yang digunakan. Paket jaringan juga dapat disebut datagram, frame, atau cell.

Jika dilihat dari perspektif model tujuh lapis Open Systems Interconnection (OSI), istilah packet dan frame memiliki definisi yang jauh berbeda. Sebuah paket merupakan “amplop elektronik” yang mengandung informasi yang dibentuk pada lapisan 3 hingga lapisan 7 dari model tujuh lapis OSI tersebut; sementara sebuah frame adalah “amplop elektronik” yang mengandung informasi mengenai paket dan informasi lainnya dari semua lapisan dari tujuh lapisan OSI. Paket jaringan dibuat saat transmisi dilakukan, dengan menggunakan proses enkapsulasi.

  • Segment

Segment berhubungan dengan Transport Layer pada OSI yang memiliki fungsi berupa proses pengiriman. Transport Layer dalam OSI berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.

Segment pada jaringan Jaringan berfungsi untuk mengetahui ‘kelompok’ (yang biasa disebut sebagai Network) dari suatu IP. Ini digunakan saat dibutuhkan suatu routing atau pengalihan data antar komputer, dimana perangkat (router atau komputernya) akan memeriksa apakah IP tujuan berada di ‘kelompok’/Network yang sama.

Apabila sama, maka pesan/data akan langsung kirim ke komputer tujuan tersebut, karena seharusnya komputer pengirim dan komputer tujuan ada didalam satu sambungan ‘kelompok’. Apabila ‘kelompok’-nya berbeda, maka pesan/data akan dikirimkan ke suatu pintu keluar (biasa dikenal sebagai Default Gateway atau Router) supaya kemudian diteruskan ke ‘kelompok’ tujuan.

Physical Layer
bertugas untuk membuat, menjaga, dan memutuskan koneksi fisik (transmisi bit) dari dan ke network device.perangkatnya yaitu seperti kabel,HUB,CSU/DSU dll.

Lapisan model OSI yang lebih tinggi bertanggung jawab atas penyajian data yang sesuai dan sangat terkait dengan aplikasi. Lapisan Bawah bertanggung jawab untuk mengirim dan saya akan fokus pada bagian aktivitas yang tak terlihat ini.
Pada setiap lapisan selama enkapsulasi ditambahkan HEADER atau HEADER dan TRAILER (jika terjadi FRAME-Layer 2)
  • LAYER 4 setiap bagian aplikasi dienkapsulasi menjadi SEGMEN (dalam kasus TCP) atau DATAGRAMS (dalam kasus UDP).
  • LAPIS 3 bertanggung jawab atas enkapsulasi DATA DATAGRAMS atau SEGMEN ke dalam PACKETS.
  • LAPIS 2 PACKETS dienkapsulasi menjadi FRAMES. Pada layer ini, kecuali header, TRAILER ditambahkan.
  • LAPISAN 1 Bingkai diubah menjadi BITS. Setiap bit mewakili tingkat tinggi atau rendahnya sinyal dan menerjemahkan bentuk gelombang yang diubah menjadi pulsa listrik, gelombang cahaya atau gelombang radio.

Data Link Layer
Bertugas untuk mengatur pertukaran data frames antar devices dalam media yang sama.perangkat yang digunakan yaitu switch.

Network Layer
Bertugas menyediakan service untuk pertukaran data dalam jaringan antara end devices.
yang bekerja di sesi ini yaitu IP, router.

Transport Layer
Bertugas menyediakan service untuk segmentasi, transfer, dan re-assembly packet data untuk individual communication.

Session Layer
Bertugas menyediakan service ke presentation layer untuk mengorganisasikan manajemen pertukaran data.

Presentation Layer
Bertugas untuk merepresentasikan data.

Application layer
Yaitu layer dimana data2 yang sudah di olah di presentation layer di tampilkan di layar monitor.

6. Transmission Media

  • STP

  STP (Shielded Twisted Pair) ialah bagian dari kabel tembaga yang memiliki 2 (dua) buah pembungkus yang ada pada masing-masing kabelnya. Pelindung dari kabel tersebut biasanya terletak di setiap pasang kabelnya yang dilindungi oleh timah serta setiap pasang itu masing-masingnya dilapisi oleh pelindung. STP (Shielded Twisted Pair) ini terdiri atas 4 jalinan yang erat dengan memiliki inci yang berbeda-beda setiap jenis STP. Kabel STP ini biasa digunakan bersama dengan konektor RJ-45 di mana hal ini mampu untuk mengirimkan data lebih banyak yang ada dari LAN (Local Area Network).

 

 

 

  • UTP

   UTP sebuah bentuk kabel yang dua konduktornya digabungkan dengan tujuanuntuk mengurangi atau meniadakan gangguan elektromagnetik dari luar seperti radiasi elektromagnetik dari kabel pasangan berbelit tak terlindung (UTP cables), dan wicara silang (crosstalk) di antara pasangan kabel yang berdekatan.

 Coaxial ialah sarana penyalur atau pengalirhantar (transmitter) yang bertugas menyalurkan setiap informasi yang telah diubah menjadi sinyal–sinyal listrik. Kabel ini memiliki kemampuan yang besar dalam menyalurkan bidang frekuensi yang lebar, sehingga sanggup mengalirhantar (transmit) kelompok kanal frekuensi percakapan atau program televisi. Kabel sepaksi biasanya digunakan untuk saluran antar-setempat (interlocal) yang berjarak cukup dekat yakni, dengan jarak selebihnya 2.000 km.

   Fiber optical multimode jenis serat optik yang banyak digunakan untuk komunikasi jarak jauh, seperti di dalam gedung atau di kampus. Tautan multi-mode tipikal memiliki kecepatan data 10 Mbit / s sampai 10 Gbit / s di atas panjang tautan hingga 600 meter (2000 kaki). Serat multi-mode memiliki diameter inti yang cukup besar yang memungkinkan beberapa mode cahaya disebarkan dan membatasi panjang maksimum sambungan transmisi karena dispersi modal .

 Fiber Optical Singlemode adalah berdiri tunggal (sebagian besar aplikasi menggunakan 2 serat) dari serat kaca dengan diameter sebesar 8,3 sampai 10 mikron yang memiliki satu cara penularan. Serat mode tunggal dengan diameter yang relatif sempit, yang hanya melalui satu modus akan menyebarkan biasanya 1310 atau 1550nm. Membawa bandwidth yang lebih tinggi dari serat multimode, tetapi membutuhkan sumber cahaya dengan lebar spektral yang sempit. Sinonim serat optik modus mono-, serat single-mode, single-mode Waveguide optik, uni-mode serat.

#Assigment 10 Internet Protokol dan IP Address TL201G- Febri Adiputra

Pertanyaan :

Pelajari tentang Internet Protocol  dan IP address meliputi;

  • IP Address Class A dan  Private IP Address Class A
  • IP Address  Class B dan Private IP Address Class B
  • IP Address Class C dan Private IP Address Class C
  • IP  Address Class D

Status :

100% tercapai

Pernyataan :

Saya berhasil mengerjakan dengan baik dan benar

Bukti :

Internet Protokol dan IP Address

Internet Protocol dan IP Address TL201G – Febri Adiputra

Pengertian Internet Protokol

Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antara 32 bit sampai 128 bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32 bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128 bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.

Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa buku referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z. Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian nilai).
Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni:

  • Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.
    Dalam banyak kasus, sebuah alamat network identifier adalah sama dengan segmen jaringan fisik dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router IP. Meskipun demikian, ada beberapa kasus di mana beberapa jaringan logis terdapat di dalam sebuah segmen jaringan fisik yang sama dengan menggunakan sebuah praktek yang disebut sebagai multinetting. Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier yang sama.Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuahinternetwork. Jika semua node di dalam jaringan logis yang sama tidak dikonfigurasikan dengan menggunakan network identifier yang sama, maka terjadilah masalah yang disebut dengan routing error.
    Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255.
  • Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier/segmen jaringan di mana ia berada.
Jenis – jenis alamat IP

Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:

  • Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah internetwork IP. Alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
  • Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
  • Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.
Kelas – kelas Alamat

Dalam RFC 791, alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal.

Kelas Alamat IP Oktet pertama
(
desimal)
Oktet pertama
(
biner)
Digunakan oleh
Kelas A 1–126 0xxx xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala besar
Kelas B 128–191 10xx xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala menengah hingga skala besar
Kelas C 192–223 110x xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala kecil
Kelas D 224–239 1110 xxxx Alamat multicast (bukan alamatunicast)
Kelas E 240–255 1111 xxxx Direservasikan;umumnya digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast)

Kelas A

Alamat-alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0(nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.

Kelas B

Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.

Kelas C

Alamat IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.

Kelas D

Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian AlamatMulticast IPv4.

Kelas E

Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat “eksperimental” atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilanganbiner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.

 

Slide Presentasi Komunikasi Data CHAPTER 1

Slide Presentasi Komunikasi Data CHAPTER 1

1. Pertanyaan:

1. Silahkan membuat kelompok dengan anggota sebanyak 2 Mahasiswa melalui milis

2. Silahkan 1 kelompok memilih 1 chapter yang akan dibahas dari Resources(e-Book) melalui milis

3. Buat ringkasan dengan Bahasa Indonesia dalam bentuk Rinfo Slide yang di embed ke dalam iMe di http://tl201.ilearning.me/ sertakan judul pada halaman awal serta nama dan nim pada halaman terakhir (No Copy Paste From Other Resources)

4. Bagi 5 kelompok yang siap pertama untuk presentasi melalui milis akan diberikan Double SC setelah presentasi

5. Hasil presentasi dan semua poin dibuktikan dengan standar jawaban iDu

2. Status: Tercapai

3. Pernyataan: Saya telah menyelesaikan assignments dengan baik

4. Pembuktian:

Pembuktian tugas berupa slide presentasi yang sudah dikerjakan

1.

2.

3.

4.

5.